Langsung ke konten utama

KISAH PILU SEORANG SANTRI



Mimpi itu datang disaat saya akan dioperasi. Ada daging yang menempel di wajah harus diangkat oleh dokter. Rasa takut mendekap, suasana lengang seperti sudah tidak ada orang lagi disekitarku. Saya ingat sekali, ada suatu benda dipasangkan di lengan kiri. Bagian dalam dan satu benda yg mirip dengan sipi'(penjepit makanan yang terbuat dari bambu). Tapi bentuknya kecil berbahan dasar besi. 

Tidak lama setelah itu, tiba2 saya merasa mengantuk, 10 detik kemudian spontan saya  tertidur, dan di situlah saya bermimpi, di dalam mimpi itu  berisi tentang kenangan2  lama saya yg menurut saya itu sanga menyedihkan. Sebuah mimpi yang mencerminkan kehidupan saya. Seakan saya berada di ruang kedua dunia lain persis cerita hidupku. 

Mimpi itu tergambar tentang keluarga saya pada saat  berkumpul bersama-sama, tertawa bersama, dan lapar bersama. Keluarga saya termasuk keluarga kurang mampu. Dulu saya benar-benar tidak bisa makan apa-apa hanya nasi dan lauk seadanya, tidak ada ikan, jarang kami makan lauk yang enak. 

Sebenarnya beras di rumah  masih ada, tapi repotnya adik-adikku susah makan nasi tanpa ikan. Waktu itu bapak tidak bisa bekerja karena kakinya  terkena sabetan parang yg sangat  tajam. Saat itu bapak tidak bisa bekerja lagi, sebenarnya saya sangat ingin membantunya tapi bapak dan ibu saya melarang saya  untuk bekerja menanam padi di sawah bersama anton sepupu saya.

sangat merasa sedih tidak dapat izin dari org tua untuk bekerja sementara adik saya sedang kelaparan kadang  kami menahan lapar selama dua hari dua malam dan kadang kami berpuasa karna tidak ada makanan.

Tanpa izin dan pamit lalu saya langsung kerumah nenek untuk meminta sedikit makanan yg ada, setibanya ku kerumah nenek saya langsung meminta tolong dan bercerita tentang kondisi keluarga saya, nada ucapan yg sedih dihadapan nenek saya dan Alhamdulillah nenek saya langsung memberikan ikan dan sayur kepada  saya, dan akupun menangis dan langsung memeluk nenek dan bertetima kasih kepadanya. 

Akupun langsung menuju rumah lagi, setibanya disana, tanpa banyak bicara makanan itu saya serahkan kepada ibu dan bapak. Ibu bertanya : "abdi ikan dan sayur ini kamu dapat darimana? " Saya jawab: "ibu saya minta maaf karna saya tidak pamit dan minta izin kerumah nenek untuk minta sayur dan ikan itu"

Lalu bapak dan ibu saya memeluk aku sangat erat, dan berkata sedih dan menangis kepada saya. Dalam sedih itu aku langsung terbangun dari tidurku, efek obat Saya mual dan badan menggigil, tidakk bisa bergerak, kecuali berbicara dan melihat. 

Dan aku langsung melihat bapak saya berada di depan saya, akupun langsung memintanya untuk memegang tangan saya dan menyuruhnya meletakkan di detak jantung saya dengan perasaan begitu sedih. Setelah sembuh, Saya mendapatkan inspirasi untuk sukses membahagiakan orang tuaku. Kini Saya mondok di pesantren majene. Semoga kita semua sehat wal afiat. 

Sekian cerita mimpi saya kalau ada kata2 yg salah

Mohon di maafkan

Alhamdulillah oprasi saya berjalan lancar dan saya berterimahkasihbanyak sebesar-besarnya karna ini semua berkat doa dan dukungan dari teman2 dan kak farham yg sudah memberikan ilmunya kepada kita semua dengan sabar,iklas,dan tdk pernah bosan  dan lelah,dan mengundang teman seperjuangnnya dari liar demi  untuk slalu memberikan ilmunya ke pada kami 

Sekali lagi saya ucapkan terimakasih yg sbesar2nya kak farham


"Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh".........

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OSAMTU: SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH

Oleh: Alan  "Olah sampah tuntas terpadu untuk polewali mandar. Tujuannya untuk mengubah sampah menjadi barang yang bernilai tinggi. Yang menjadi masalah adalah timbunan sampah selalu ada setiap hari, sementara tidak ada pengelolaan"  Ungkap Pakar Sampah Prof. Ir. Tejowulan. Guru Besar Universitas Mataram dan pemerhati lingkungan di Ruang Aspirasi DPRD dalam RDP, bersama Pemerintah Kab. Polewali Mandar, Anggota DPRD, Masyarakat dan Tokoh Pemuda, Selasa 29 Juni 2021. Rapat dengar pendapat ini digelar atas hasil Audiensi Anggota DPRD dan ALIANSI PEMUDA LUYO selasa, 22 Juni 2021.  Ruang rapat semakin mendalam ketika Prof Tejowulan menjelaskan lebih lanjut. Beliau mengatakan: "Penelitian mengatakan bahwa di Polman ada 33% sampah yang Terangkat sementara 67% Tidak terangkat. Akhirnya dibuang begitu saja dan bertumpuk di TPS illegal. Dalam hal ini masyarakat tidak bisa disalahkan dong"  Di jalan dekat pasar, terlambat diangkut, dibuang di pinggir jalan, menumpuk di TPS ile...

MASIHKAH KITA KARTINI?

By Muzdalifah Prasetya Kalian tau tidak setiap tanggal 21 april diperingati hari apa? Yess betul sekali, setiap tanggal 21 april itu masyarakat indonesia khususnya kaum perempuan memperingati Hari kelahiran RA Kartini, atau sering kali kita dengar hari emansipasi wanita loh.  Sejenak generasi Z banyak yang bertanya, apa itu Hari Kartini? Siapa itu Kartini? Kenapa setiap tahun kita peringati hari kelahirannya?Saya jelaskan sedikit ya... Raden Ajeng Kartini, perempuan asal Jepara, Jawa Timur ini lahir pada 21 April 1879. Kartini berasal dari kalangan bangsawan Jawa yang merupakan putri dari bupati Jepara bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dengan M.A. Ngasirah. Tidak usah panjang lebar yah menuliskan biografi tentang Raden Ajeng Kartini ini, karena saya juga bukan pakar sejarah, Hehehhe. Jadi kalo kalian penasaran silahkan baca buku dan artikel artikel terkait tentang a biografinya. Nah pada masa Pemerintahan Presiden Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia mengeluarkan...

HIKMAH HALAL BI HALAL: TIDAK ADA ORANG YANG MENCINTAI ORANG LAIN

By: Alan (Tomata Bassi)  Sabar kepada orang itu gampang. Sabar kepada diri sendiri itu tidak gampang. Salah satunya adalah tidak memaksakan idenya kepada orang banyak. Seperti itulah Nabi Muhammad gaya pemipinnya. Seperti kisah Nabi dan para sahabat untuk melaksanakan ibadah haji. Tapi saat itu Ka'bah di Makkah masih dikuasai kaum musyrikin Quraisy, sangat benci Nabi. Di perjalanan, posisinya di Hudaibiyah, Nabi SAW mendapatkan kabar, kaum Quraisy Makkah menolak haji mereka. Alasannya, rombongan Nabi SAW dituduh bukan berniat haji, tetapi hendak menyerang penduduk Makkah. Nabi SAW memotong sebagian unta yang dibawa sebagai kurban. Ini sekaligus menunjukkan kepada utusan tersebut, rombongan ini tidak membawa senjata perang. Namun, kaum Quraisy tetap tidak membolehkan Nabi SAW untuk memasuki Kota Makkah. Mereka baru akan mengizinkan beliau melaksanakan haji pada tahun berikutnya. Akhirnya, Nabi SAW menerima permintaan itu. Inilah teladan Rasulullah SAW yang penuh kesabaran. Beliau m...