MERELAKANMU KARENA ALLAH

ANGIN subuh mulai menyentuh kulitku dengan kasar, kutarik sebuah selimut untuk menutupi tubuhku yang kedinginan. KRING…KRING…KRING…Tiba-tiba sebuah benda kecil “Alarm” yang berada tepat didekat telingaku mengeluarkan bunyi yang keras tanpa memperdulikanku yang masih ingin merasakan kenyamanan Subuh seolah-olah Alarm itu tidak igin melihatku tenang.
Aku tersadar dari bunga mimpi yang indah kubuka perlahan mata coklat ini diiringi suara Azan yang menggema ditelinga sang pendengarnya.Kaki ini melangkah menuju tempat yang ber-ukuran kecil kuberanikan diri ini merasakan Air yang menusuk kerongga-rongga kulit dan kulakukan Wudhu sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW.Beberapa menit kemudian Aku keluar melalui pintu bercorak putih.
Tanganku meraih sebuah Mukena dan Sajadah yang berada diatas meja.”ALLAHU AKBAR”kata yang kuawali dalam Sholatku dan menutupnya dengan Salam.Kuhadapkan tubuh yang berdosa ini kepada sang Pencipta dalam keheningan Subuh.
Namaku Putry Mandalika aku masih menduduki bangku sekolah diPondok Pesantren Syekh Hasan Al-Yamani dengan menutupi Aurat sesuai Perintah Nabi kepada Perempuan,kulit yang Oriental hitam manis,hidung yang sedikit mancung serta pipi yang berisi.
Namun,walaupun dengan wajah yang nyaris sempurna aku tak pernah bangga dengan itu semua,karena aku sadar bahwa semua yang Allah berikan kepadaku hanyalah titipan semata dan aku sangat bersyukur karena telah terlahir ditengah keluarga yang bahagia.
Hari Raya Idul Adha atau biasa disebut hari Kurban karena identik dengan pembelian hewan kurban. Dirayakan Umat Islam setiap tgl 10 bulan Dzulhijjah.
Tepat pada hari Jum’at tgl 1 September 2017 Aku telah memutuskan sesuatu yang mungkin sangat berarti bagiku,pikiran yang tidak mau berkompromi dengan hati,perasaan yang sangat aku jaga selama 2 bulan ini harus kubuang jauh jauh.Perjuangan dalam diri saat aku berpisah dengannya karena pendidikan,perlakuan yang manis terhadapku.Tak pernah kupungkiri bahwa semua akan berakhir sampai disini.
Dia adalah salah satu orang yang sangat kurindukan ketika dipondok,senyum yang tak pernah pudar jika bersamaku,semangat yang selalu memotivasi untuk melawan kehidupan dunia,selalu meluangkan waktu ketika aku membutuhkannya,sifat yang baik,terkadang bibir ini mengejaknya karena dia mempunyai badan yang kurus,kulit yang hitam tapi selalu indah dipandang mata.
Kuberanikan diri ini mengambil sebuah Alat yang menjadi awal perkenalanku dengan dia dulu yaitu Handphone berwarna hitam.Satu kata kuucapkan dalam hatiku”Bismillah Ya Allah semoga semuanya baik-baik saja”. Aku mulai mengirimkan pesan yang singkat awalnya hanya basa-basi kemudian Aku berfikir apakah aku akan sanggup melepaskannya? kuterus berdo’a semoga tidak akan ada penyesalan yang kurasakan nantinya.
”Kak aku ingin mengatakan sesuatu yang penting” tulisku disebuah pesan “Ada apa dek” ucapnya kemudian.”mungkin ini akan menyakitkan bagi kita tapi yakinlah semua ada hikmahnya. Maaf kak aku harus mengakhiri hubungan ini”dengan tangan gemetar hati yang meronta,pikiran yang kacau. Sebuah tulisan dengan Kata “Kirim”adalah pilihan terakhirku.
Beberapa detik kemudian dia membalasnya”Ada apa denganmu?apa yang terjadi?apa salahku tolong jelaskan dek?”mungkin dia syok dengan ucapanku dan merasa sedih”maaf tapi bukan begitu kak. Aku cinta sama kamu makanya aku ingin kita mengakhiri hubungan ini. Aku tidak mau kamu dan aku terus bermaksiat. Pacaran itu haram kak,Pacaran itu sudah termaksud maksiat kak. Aku harap kamu paham, aku ingin melanjutkan proses hijrahku yang selama ini sempat terhenti gara-gara aktifitas tak bermanfaat ini.
Kita putus karena Allah, Kita putus karena kita tidak ingin membuat Allah murka pada kita”tulisku panjang dan tak terasa sebuah butiran berhasil lolos disela-sela mataku”seandainya aku tak bisa melupakanmu apakah aku masih bisa bersamamu dilain waktu?Tanyanya” kalo seperti itu,mampirlah kerumahku datangi Ayahku dan jangan lupa ajak Ayahmu. Kalo perlu lamar aku,jika kamu tak mampu,lebih baik pergilah dari hidupku ikhlaskan aku karena Allah.
Aku harap kamu paham yah?maaf atas kesalahanmu dulu dan sekarang senang bisa kenal denganmu sampai sejauh ini kak Wassalam”ucapku sambil mengakhiri percakapan dengannya. ”Baiklah jika itu adalah pilihan terakhirmu aku akan menuruti kemauanmu untuk mengakhiri hubungan ini, Semoga kamu mendapatkan seorang laki-laki yang jauh lebih baik dariku. Maaf juga atas kesalahanku dek”.
Alhamdulillah setelah kejadian itu kuberusaha menjadi orang yang lebih baik lagi dari sebelumnya.Kujalani hidup ini tanpa rasa penyesalan ter kadang perasaan rindu itu menghampiriku, hanya kalimat Istighfar yang kuucapkan untuk melawannya.
Tak perlu ragu untuk melepaskan seseorang yang menyayangimu dan mencintaimu jika bukan dalam ikatan yang suci”Halal”.Jangan pertahankan hubungan yang Allah haramkan mau sebesar apalagi Allah marah dan kecewa padamu?.Jika sudah waktunya,Allah punya banyak cara untuk mempertemukan.
Bersabarlah dengan terus memantaskan diri karena ukuran kesabaran ialah menjaga agar perasaanmu utuh karenanya dan hanya meraih Ridhonya.Sekuat apapun kau genggam jika bukan untukmu akan lepas juga begitupun jika memang untukmu sehebat apapun kau bersembunyi pasti akan bertemu juga.Doa adalah jembatan yang paling mendekatkan trus kenapa harus melakukannya dengan hal yang salah berupa pacaran?bukankah itu sudah jelas dilarang?jangan menempuh jalan yang salah demi seuatu yang tidak pasti bukan milikmu.
Ingatlah bahwa semua diciptakan berpasang-pasangan. Jika kamu tidak berjodoh didunia pasti kamu berjodoh di Akhirat. Allah maha mengetahui lagi maha penyayang. Apakah kamu masih ingin Pacaran?
SEMANGAT ya
Komentar
Posting Komentar