Langsung ke konten utama

PENDIDIKAN, APA KABAR KAMU?

Oleh: Muzdalifah Prasetya

Dunia pendidikan adalah hal yang sangat lazim untuk dibicarakan, dari kalangan tua hingga anak muda, sesuatu yang akan dilakukan selalu terkait tentang pendidikan. Mulai dari pendidikan formal dan non formal.

Di seluruh Dunia, membahas persoalan pendidikan saja tidak pernah selesai, bahkan di negara kita sendiri Indonesia, begitu banyak persoalan persoalan pendidikan yang sampai saat ini belum menemukan titik terang. Mengapa demikian, karena terlalu banyak ambisi yang memaksakan orang yang menempuh pendidikan sekolah, kampus, ataupun instansi pendidikan lainnya dituntut harus tunduk dan patuh atas segala perintah, sehingga mencetak generasi 

UUD 1945 mengatakan, pada alinea ke-4 salah satu bunyinya adalah "Mencerdaskan kehidupan bangsa" namun apakah itu sudah terlaksana dengan baik dan benar? Bukankah dengan adanya pendidikan dapat mencetak generasi penerus bangsa yang dapat melanjutkan dan memajukan bangsa?

Pendidikan yang diterapkan hari ini sama sekali tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, kurikulum pendidikan yang dibuat hanya berdasarkan pada pengetahuan pemerintah, tanpa memperhatikan kebutuhan tiap daerah di Indonesia, Kebanyakan seorang pendidik hanya menyelesaikan tugasnya sebagai pengajar bukan pendidik.

Esensi pendidikan semakin hari semakin buram, apalagi berada dalam suasana pandemi covid-19 memaksa proses pembelajaran harus dilakukan dari rumah, dengan memanfaatkan jaringan internet (daring) serta teknologi informasi dan komunikasi. Namun apakah berjalan dengan efektif? Bagaimana dengan daerah yang belum memiliki akses jaringan internet?.

Tanpa kita sadari, terlalu banyak dampak negatif yang ditimbulkan dalam proses pembelajaran melalui daring (dalam jaringan). Sering kita jumpai kurangnya partisipasi peserta didik ketika pembelajaran daring berlangsung, pendidik kesulitan memastikan apakah peserta didik mengikuti pembelajaran dengan serius atau tidak. 

Terlebih lagi pada proses evaluasi, biasanya tes atau ujian diawasi langsung oleh pendidik, sehingga peserta didik dapat dididik untuk jujur dalam mengerjakan soal. Namun sekarang telah berubah, tidak ada yang bisa memastikan maupun mengawasi apakah soal yang diberikan, dikerjakan sendiri atau tidak? Ataukah mencari jawaban di internet kemudian tinggal "copy paste" jawaban?

Saya rasa proses pembelajaran daring dapat merusak pendidikan karakter peserta didik, seolah ikut dalam proses pembelajaran tetapi melakukan hal yang lain, tidak ada lagi interaksi sosial diantara mereka, membuat peserta didik semakin malas karna mengandalkan tugasnya lewat teknologi, penggunaan aplikasi online yang diluar dari sewajarnya. 

Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah dan segenap elemen pendidikan di Indonesia jeli melihat kondisi ini, bagaimana cara memulihkan pendidikan karakter yang hilang selama pandemi sehingga peserta didik tidak bersikap individualisme.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OSAMTU: SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH

Oleh: Alan  "Olah sampah tuntas terpadu untuk polewali mandar. Tujuannya untuk mengubah sampah menjadi barang yang bernilai tinggi. Yang menjadi masalah adalah timbunan sampah selalu ada setiap hari, sementara tidak ada pengelolaan"  Ungkap Pakar Sampah Prof. Ir. Tejowulan. Guru Besar Universitas Mataram dan pemerhati lingkungan di Ruang Aspirasi DPRD dalam RDP, bersama Pemerintah Kab. Polewali Mandar, Anggota DPRD, Masyarakat dan Tokoh Pemuda, Selasa 29 Juni 2021. Rapat dengar pendapat ini digelar atas hasil Audiensi Anggota DPRD dan ALIANSI PEMUDA LUYO selasa, 22 Juni 2021.  Ruang rapat semakin mendalam ketika Prof Tejowulan menjelaskan lebih lanjut. Beliau mengatakan: "Penelitian mengatakan bahwa di Polman ada 33% sampah yang Terangkat sementara 67% Tidak terangkat. Akhirnya dibuang begitu saja dan bertumpuk di TPS illegal. Dalam hal ini masyarakat tidak bisa disalahkan dong"  Di jalan dekat pasar, terlambat diangkut, dibuang di pinggir jalan, menumpuk di TPS ile...

MASIHKAH KITA KARTINI?

By Muzdalifah Prasetya Kalian tau tidak setiap tanggal 21 april diperingati hari apa? Yess betul sekali, setiap tanggal 21 april itu masyarakat indonesia khususnya kaum perempuan memperingati Hari kelahiran RA Kartini, atau sering kali kita dengar hari emansipasi wanita loh.  Sejenak generasi Z banyak yang bertanya, apa itu Hari Kartini? Siapa itu Kartini? Kenapa setiap tahun kita peringati hari kelahirannya?Saya jelaskan sedikit ya... Raden Ajeng Kartini, perempuan asal Jepara, Jawa Timur ini lahir pada 21 April 1879. Kartini berasal dari kalangan bangsawan Jawa yang merupakan putri dari bupati Jepara bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dengan M.A. Ngasirah. Tidak usah panjang lebar yah menuliskan biografi tentang Raden Ajeng Kartini ini, karena saya juga bukan pakar sejarah, Hehehhe. Jadi kalo kalian penasaran silahkan baca buku dan artikel artikel terkait tentang a biografinya. Nah pada masa Pemerintahan Presiden Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia mengeluarkan...

HIKMAH HALAL BI HALAL: TIDAK ADA ORANG YANG MENCINTAI ORANG LAIN

By: Alan (Tomata Bassi)  Sabar kepada orang itu gampang. Sabar kepada diri sendiri itu tidak gampang. Salah satunya adalah tidak memaksakan idenya kepada orang banyak. Seperti itulah Nabi Muhammad gaya pemipinnya. Seperti kisah Nabi dan para sahabat untuk melaksanakan ibadah haji. Tapi saat itu Ka'bah di Makkah masih dikuasai kaum musyrikin Quraisy, sangat benci Nabi. Di perjalanan, posisinya di Hudaibiyah, Nabi SAW mendapatkan kabar, kaum Quraisy Makkah menolak haji mereka. Alasannya, rombongan Nabi SAW dituduh bukan berniat haji, tetapi hendak menyerang penduduk Makkah. Nabi SAW memotong sebagian unta yang dibawa sebagai kurban. Ini sekaligus menunjukkan kepada utusan tersebut, rombongan ini tidak membawa senjata perang. Namun, kaum Quraisy tetap tidak membolehkan Nabi SAW untuk memasuki Kota Makkah. Mereka baru akan mengizinkan beliau melaksanakan haji pada tahun berikutnya. Akhirnya, Nabi SAW menerima permintaan itu. Inilah teladan Rasulullah SAW yang penuh kesabaran. Beliau m...