Langsung ke konten utama

KEMAH BAKTI PEMUDA TANI: MEMINTAL PERSAUDARAAN KOSMIK



Kemah bakti Pemuda tani adalah Kemah pertama di indonesia timur, diselenggarakan oleh Pemerintah Kec. Luyo sabtu 29 Mei sampai selasa 01 Juni 2021 di alun-alun Passokkorang. Acara yang dihadiri peserta sepuluh desa (Desa Baru, Mapilli barat, Puccadi, Luyo, Mambu, Tenggelang, Sambali wali, Pussui, Pussui barat, Batupanga Da'ala) dan satu kelurahan sukses mendidihkan darah semangat Pemuda tani Luyo.

Pembukaan acara dihadiri oleh Camat Luyo, Muhammad Jumadil TP, Sekcam Annangguru Zainal Abidin, Kadis Pemuda olahraga dan pariwisata Zabir, S.Sos,. M.Si, TNI/Polri Kasospol Kec. Luyo Bapak Haripuddin, Puskesmas Batupanga, Kanda Mukhtar Aco Tokoh Pemuda dan seluruh Kepala Desa dan karang tarunanya. Sponsored by Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan PMI.

Dalam sambutannya, Bapak Camat menegaskan: "Yang muda yang bertani merupakan slogan pemuda menjemput estafet dari para leluhur yang sudah udzur bertani. Tentunya dengan pertanian kekinian, millenial memanfaatkan teknologi dan informasi untuk produksi yang berkualitas dan bernilai tinggi"

Sementara Bapak Zabir mengutarakan: "Output Kemah bakti Pemuda Tani Luyo diharapkan mampu mencipta kreasi dan inovasi baru untuk pemanfaatan terhadap diri sendiri dan masyarakat"

(Sambutan Pak Camat) 

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari berhasil merangkai kegiatan demi kegiatan. Mulai dari Curhat para petani muda, Sharing wirausaha muda, diskusi kelompok terarah, demo Product, pameran mini, Praktik cocok tanam, kunjungan kebun inspirasi dan malam api unggun penutupan.

Selain itu, wawasan pertanian juga diperkuat dengan mendatangkan narasumber dari Kabupaten seperti tema Bumdes dan Petani oleh Ibu Kadis PMD Hj. Andi Nursami, MP. dan TA.PED. P3MD Ibu Rosnani Marhaban didampingi senior humoris Kakanda Hasril Syarif. Juga Dinas Sosial H. Azwar Jasin Karang taruna Kabupaten dengan topic Mendorong pergerakan pemuda dalam dunia pertanian.

Dinas pertanian dan pangan Bicara tentang Peluang menyambut peningkatan ekonomi dalam sumber daya pangan. Dinas Perindagkop Andi Candra Sigit juga membincang perdagangan dan peluang pasar untuk Petani. Juga Bappeda Litbang Kabid Ekonomi sharing masalah kolaborasi antara litbang dan pemuda Tani khususnya pemuda Luyo serta penyiapan fasilitas untuk produksi serta mampu menangkap peluang Ibu kota Negara baru, Polman harus jadi pemenang dalam persaingan penyuplai pangan dan bahan pokok untuk IKN. 

Selain itu juga hadir Pembicara handal seperti Kakanda Sahabat Mas'ud Shaleh yang juga putra Luyo dan Ustadz Ridwan Hilal menitip pesan pilosofis dari agama dan para leluhur untuk pertanian. Persaudaraan kosmik antara manusia dan alam tertuang dalam pertanian, bahasa mandarnya "Alawe membolong di nawang, nawang membolong di alawe" Ucap yang sering disapa Kak ancu itu. Ustadz Ridwan juga menambahkan petani tidak satupun aturan agama dia langgar, sejatinya mereka rajin bangun pagi dan melawan kemalasannya, agama pun melawan kemalasan (Q.SAr-Ra'd:11)


(Diskusi Tentang Pilosofi Petani) 

Dilanjutkan curhat para pemuda pelopor dan penutupan Malam api unggun. Saat-saat inilah suasana hati bergonta-ganti. Darah mendidih ketika Kordinator orasi pemuda Tani oleh Kanda Mursalin Mustamin. Hati terenyuh ketika mendengar Pak Camat membacakan puisi leluhur untuk para pemuda Tani, begitupun kabid Pemuda.

Ditambah Puisi kebangsaan oleh Kak Ancu melengkapi suasana malam yang dingin namun hati yang bergelora dan cinta yang membakar seraya menyanyikan lagu kebangsaan Padamu Negri. "Dari tanah Luyo kita lahir, hidup dan makan dari Tanah Luyo dan meninggal akan kembali juga ke pelukan Tanah Luyo" 

                (Penanaman Pohon Bersama) 

Oleh:

Alan Tomata Bassi


Puccadi, 02 Juni 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OSAMTU: SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH

Oleh: Alan  "Olah sampah tuntas terpadu untuk polewali mandar. Tujuannya untuk mengubah sampah menjadi barang yang bernilai tinggi. Yang menjadi masalah adalah timbunan sampah selalu ada setiap hari, sementara tidak ada pengelolaan"  Ungkap Pakar Sampah Prof. Ir. Tejowulan. Guru Besar Universitas Mataram dan pemerhati lingkungan di Ruang Aspirasi DPRD dalam RDP, bersama Pemerintah Kab. Polewali Mandar, Anggota DPRD, Masyarakat dan Tokoh Pemuda, Selasa 29 Juni 2021. Rapat dengar pendapat ini digelar atas hasil Audiensi Anggota DPRD dan ALIANSI PEMUDA LUYO selasa, 22 Juni 2021.  Ruang rapat semakin mendalam ketika Prof Tejowulan menjelaskan lebih lanjut. Beliau mengatakan: "Penelitian mengatakan bahwa di Polman ada 33% sampah yang Terangkat sementara 67% Tidak terangkat. Akhirnya dibuang begitu saja dan bertumpuk di TPS illegal. Dalam hal ini masyarakat tidak bisa disalahkan dong"  Di jalan dekat pasar, terlambat diangkut, dibuang di pinggir jalan, menumpuk di TPS ile...

MASIHKAH KITA KARTINI?

By Muzdalifah Prasetya Kalian tau tidak setiap tanggal 21 april diperingati hari apa? Yess betul sekali, setiap tanggal 21 april itu masyarakat indonesia khususnya kaum perempuan memperingati Hari kelahiran RA Kartini, atau sering kali kita dengar hari emansipasi wanita loh.  Sejenak generasi Z banyak yang bertanya, apa itu Hari Kartini? Siapa itu Kartini? Kenapa setiap tahun kita peringati hari kelahirannya?Saya jelaskan sedikit ya... Raden Ajeng Kartini, perempuan asal Jepara, Jawa Timur ini lahir pada 21 April 1879. Kartini berasal dari kalangan bangsawan Jawa yang merupakan putri dari bupati Jepara bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dengan M.A. Ngasirah. Tidak usah panjang lebar yah menuliskan biografi tentang Raden Ajeng Kartini ini, karena saya juga bukan pakar sejarah, Hehehhe. Jadi kalo kalian penasaran silahkan baca buku dan artikel artikel terkait tentang a biografinya. Nah pada masa Pemerintahan Presiden Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia mengeluarkan...

HIKMAH HALAL BI HALAL: TIDAK ADA ORANG YANG MENCINTAI ORANG LAIN

By: Alan (Tomata Bassi)  Sabar kepada orang itu gampang. Sabar kepada diri sendiri itu tidak gampang. Salah satunya adalah tidak memaksakan idenya kepada orang banyak. Seperti itulah Nabi Muhammad gaya pemipinnya. Seperti kisah Nabi dan para sahabat untuk melaksanakan ibadah haji. Tapi saat itu Ka'bah di Makkah masih dikuasai kaum musyrikin Quraisy, sangat benci Nabi. Di perjalanan, posisinya di Hudaibiyah, Nabi SAW mendapatkan kabar, kaum Quraisy Makkah menolak haji mereka. Alasannya, rombongan Nabi SAW dituduh bukan berniat haji, tetapi hendak menyerang penduduk Makkah. Nabi SAW memotong sebagian unta yang dibawa sebagai kurban. Ini sekaligus menunjukkan kepada utusan tersebut, rombongan ini tidak membawa senjata perang. Namun, kaum Quraisy tetap tidak membolehkan Nabi SAW untuk memasuki Kota Makkah. Mereka baru akan mengizinkan beliau melaksanakan haji pada tahun berikutnya. Akhirnya, Nabi SAW menerima permintaan itu. Inilah teladan Rasulullah SAW yang penuh kesabaran. Beliau m...