Langsung ke konten utama

ISTIGHOSAH AKHIR TAHUN: MELEPAS KEJOMBLOAN

 



Farham Rahmat
(Santri Majlis Sholawat Simpang M)

Saya mulai dengan ungkapan cinta. Pencinta kan selalu mengisi ruang dimana kekasihnya berdiam. Sehingga ketika engkau tanya sang Pencinta perihal keberadaan dirinya, jawabnya pasti: "Aku selalu ada dimana kekasihku berdiam "

Tentunya Istighosah pun menghadirkan sang kekasih Tuhan dengan lantunan sholawat atasnya. Melepas tahun 2021 menyambut tahun 2022 semarak untuk Indonesia dari luyo yang menyapa. Didukung penuh enam Organisasi, Karang Taruna, Fokal, Zain Office, Sayur Luyo, GP. Ansor dan tuan rumah Majelis Sholawat Simpang M. 

Para panitia pelaksana yang tergabung dalam Majelis Sholawat Simpang M, sibuk lalu lalang. Mereka ada yang terlihat sibuk ngurus makanan di dapur, ngiris-ngiris bawang dan cabe. Dikolom rumah juga ada yang sibuk ngurus kabel dan sound lengkap dengan mic nya. Ada juga sibuk dengan segala keruwetan administrasi. Terlihat si bungsu enerjik menyapu lantai teras, gemulai namun cekatan.

Motor dan mobil terparkir rapi, setiap kali keluar untuk urusan konsumsi, bahan dan peralatan. Panggung utama pun terhias cantik nan rapi. Berlatar bambu hijau mengeluarkan cahaya di malam hari. Dan itu juga adalah ide panitia design pencipta panggung Istighosah.

Semua persiapan, persembahan dan pengorbanan ini untuk membersamai kekasih sejati Muhammad SAW. Tidak ada yang lain. Melepas tahun dan menyambut Tahun, bersama sang kekasih dalam Acara Istighosah. Itu pesan inti dari Sang Guru.

Matahari sudah melewati ketergelinciran nya, hujan pun menyapa sesaat, sepertinya memberi kehangatan menyiram bumi, tempat kami nanti duduk bersimpuh bersama. Dimulai waktu sore, ba'da ashar, beberapa kelompok majelis Ta'lim se-Kec. Luyo sudah nampak disebrang jalan. Kakinya melangkah kadang tak teratur, menghindari jalan becek didepannya.

Satu per satu naik rumah, seketika penuh dengan ibu-ibu majelis Ta'lim. Diatas terlihat rombongan KUA Luyo dan Ustadz Syuaib Jawas didampingi oleh tuan Rumah. Sementara di pojok kanan, diisi oleh generasi Z. Berbondong-bondong mengisi ruang pengajian. Walau mereka tidak pengalaman sebelumnya, mereka terlihat tenang dan menikmati. Meskipun ada aja yang bikin ribut.

Pengajian dimulai dengan Khidmat. Rasulullah Meriwayatkan bahwa Ada 4 Pertanyaan sebagai syarat masuk surga. Umurnya untuk apa dihabiskan? Ilmunya sejauh mana ia amalkan? Harta darimana dan digunakan untuk apa? Terakhir tubuhnya untuk apa dia manfaatkan?. Pembahasan ini panjang, butuh ruang tulis untuk mengulas itu. Insya Allah.

Acara puncak dimulai setelah sholat Isya. Masing masing penanggungjawab sibuk dengan urusannya. Namun terkadang keluar koridor jika ada perintah dari guru. Itulah didikan santri yang selalu taat pada gurunya dalam kondisi apapun. Perlahan-lahan tamu berdatangan, memasuki ruang pelataran Istighosah yang hanya beralaskan Karoro' atau terpal biru.

Space terbagi dua, untuk Ikhwan dan untuk Akhwat. Pemerintah setempat, desa dan kecamatan turut diundang. Tokoh agama, imam masjid dan mushollah serta semua komunitas Se-Kec. Luyo dan karang Taruna juga terlibat berpartisipasi. Masyarakat setempat tidak ingin ketinggalan momentum. Mengambil shaf paling belakang.

Dengan nada merdu, MC memulai. Rangakaian acara teroganisir, Tim Hadrah dari Majelis Simpang M membuka dengan Sholawat yang menggema. Dilanjutkan haflah Qira'ah Al-Qur'an, tujuh Qori' dan Qori'ah terbaik provinsi dan Nasional dari Luyo tampil berselang-seling. Spirit Indonesia Raya dan Ya LalWathan pun digelorakan.

Sampai pada acara inti Pembacaan Ratib Al-Haddad oleh Habib Fahmi Al-Idrus (pimpinan majelis Ta'lim Anwar at-taufiq) semoga keberkahan tahun baru meliputi kita semua, umat muslim, bangsa dan negara ini. Selanjutnya Ayahanda Guru Zainul Abidin (Pimpinan Majelis Dzikir Raudah Al-Abidin) berpesan kepada pemuda dalam Hikmah Istighosah:

"Wahai Anak muda, ada dua hal yang harus ditanggalkan di tahun 2021, Akhlak yang buruk dan suka ingkar janji. Tahun 2022 berjanjilah pada diri sendiri untuk memperbaiki akhlak. Harus tahun ini lebih gagah, ganteng, tampan dibanding tahun sebelumnya, caranya adalah Berparaslah seperti Muhammad" ini akan saya tuliskan pada ruang selanjutnya (Melepas kejombloan dengan Paras Muhammad)

Mambu, 1 Januari 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OSAMTU: SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH

Oleh: Alan  "Olah sampah tuntas terpadu untuk polewali mandar. Tujuannya untuk mengubah sampah menjadi barang yang bernilai tinggi. Yang menjadi masalah adalah timbunan sampah selalu ada setiap hari, sementara tidak ada pengelolaan"  Ungkap Pakar Sampah Prof. Ir. Tejowulan. Guru Besar Universitas Mataram dan pemerhati lingkungan di Ruang Aspirasi DPRD dalam RDP, bersama Pemerintah Kab. Polewali Mandar, Anggota DPRD, Masyarakat dan Tokoh Pemuda, Selasa 29 Juni 2021. Rapat dengar pendapat ini digelar atas hasil Audiensi Anggota DPRD dan ALIANSI PEMUDA LUYO selasa, 22 Juni 2021.  Ruang rapat semakin mendalam ketika Prof Tejowulan menjelaskan lebih lanjut. Beliau mengatakan: "Penelitian mengatakan bahwa di Polman ada 33% sampah yang Terangkat sementara 67% Tidak terangkat. Akhirnya dibuang begitu saja dan bertumpuk di TPS illegal. Dalam hal ini masyarakat tidak bisa disalahkan dong"  Di jalan dekat pasar, terlambat diangkut, dibuang di pinggir jalan, menumpuk di TPS ile...

MASIHKAH KITA KARTINI?

By Muzdalifah Prasetya Kalian tau tidak setiap tanggal 21 april diperingati hari apa? Yess betul sekali, setiap tanggal 21 april itu masyarakat indonesia khususnya kaum perempuan memperingati Hari kelahiran RA Kartini, atau sering kali kita dengar hari emansipasi wanita loh.  Sejenak generasi Z banyak yang bertanya, apa itu Hari Kartini? Siapa itu Kartini? Kenapa setiap tahun kita peringati hari kelahirannya?Saya jelaskan sedikit ya... Raden Ajeng Kartini, perempuan asal Jepara, Jawa Timur ini lahir pada 21 April 1879. Kartini berasal dari kalangan bangsawan Jawa yang merupakan putri dari bupati Jepara bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dengan M.A. Ngasirah. Tidak usah panjang lebar yah menuliskan biografi tentang Raden Ajeng Kartini ini, karena saya juga bukan pakar sejarah, Hehehhe. Jadi kalo kalian penasaran silahkan baca buku dan artikel artikel terkait tentang a biografinya. Nah pada masa Pemerintahan Presiden Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia mengeluarkan...

HIKMAH HALAL BI HALAL: TIDAK ADA ORANG YANG MENCINTAI ORANG LAIN

By: Alan (Tomata Bassi)  Sabar kepada orang itu gampang. Sabar kepada diri sendiri itu tidak gampang. Salah satunya adalah tidak memaksakan idenya kepada orang banyak. Seperti itulah Nabi Muhammad gaya pemipinnya. Seperti kisah Nabi dan para sahabat untuk melaksanakan ibadah haji. Tapi saat itu Ka'bah di Makkah masih dikuasai kaum musyrikin Quraisy, sangat benci Nabi. Di perjalanan, posisinya di Hudaibiyah, Nabi SAW mendapatkan kabar, kaum Quraisy Makkah menolak haji mereka. Alasannya, rombongan Nabi SAW dituduh bukan berniat haji, tetapi hendak menyerang penduduk Makkah. Nabi SAW memotong sebagian unta yang dibawa sebagai kurban. Ini sekaligus menunjukkan kepada utusan tersebut, rombongan ini tidak membawa senjata perang. Namun, kaum Quraisy tetap tidak membolehkan Nabi SAW untuk memasuki Kota Makkah. Mereka baru akan mengizinkan beliau melaksanakan haji pada tahun berikutnya. Akhirnya, Nabi SAW menerima permintaan itu. Inilah teladan Rasulullah SAW yang penuh kesabaran. Beliau m...